Ayat Kursi Rumi: Panduan Lengkap dengan Terjemahan & Keutamaannya
Ayat Kursi (آية الكرسي) merupakan salah satu ayat paling agung dalam Al-Quran, terletak dalam Surah Al-Baqarah (2:255). Ditulis dalam ejaan Rumi, ayat ini memudahkan umat Islam yang belum mahir tulisan Arab untuk membaca, menghafal, dan merenungkan maknanya. Artikel ini menyajikan teks lengkap Ayat Kursi Rumi, terjemahan, keutamaan, serta panduan praktis membacanya 14.
Teks Ayat Kursi Rumi & Arab
Berikut lafaz Ayat Kursi Rumi beserta teks Arab asli:
Ayat Kursi Rumi:
“Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Haiyul-Qaiyum. La ta’khuzhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-‘ard. Man zhal-lazhi yashfa’u ‘indahu illa bi-izhnihi? Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi shai’im-min ‘ilmihi illa bima sha’a. Wasi’a kursiyuhus-samawati wal ard, wa la ya’uduhu hifdzhuhuma Wa Huwal ‘Aliyul-Azheem.” 13.
Teks Arab:
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ. لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ. لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ. مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ؟ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ. وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ. وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاواتِ وَالأَرْضَ. وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ 1.
Terjemahan & Makna Per Ayat
Ayat Kursi menggambarkan keagungan Allah SWT. Berikut terjemahan per frasa untuk pemahaman mendalam 1:
| Frasa (Rumi) | Terjemahan |
|---|---|
| Allahu la ilaha illa Huwa | “Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.” |
| Al-Haiyul-Qaiyum | “Yang Hidup Kekal, Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya.” |
| La ta’khuzhuhu sinatun wa la nawm | “Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.” |
| Lahu ma fis-samawati wa ma fil-‘ard | “Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi.” |
| Man zhal-lazhi yashfa’u ‘indahu illa bi-izhnihi? | “Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya?” |
| Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum | “Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka.” |
| Wasi’a kursiyuhus-samawati wal ard | “Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi.” |
5 Keutamaan Membaca Ayat Kursi
Ayat ini memiliki banyak keistimewaan berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW:
-
Perlindungan dari Kejahatan
-
Membacanya pagi dan petang melindungi dari godaan syaitan, sihir, dan bahaya 1.
-
-
Jaminan Masuk Syurga
-
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa membaca Ayat Kursi selepas solat fardhu, tidak ada penghalang baginya masuk syurga” (HR. An-Nasa’i).
-
-
Pengampunan Dosa
-
Membaca dengan khusyuk membuka pintu rahmat dan pengampunan Allah 14.
-
-
Mendapatkan Ketenangan
-
Bacaan sebelum tidur menjamin perlindungan malaikat hingga pagi 1.
-
-
Memperkuat Iman
-
Renungan maknanya menguatkan keyakinan akan kebesaran Allah 4.
-

Waktu Terbaik untuk Membaca
-
Selepas Solat Fardhu: Terutama solat Subuh dan Maghrib 1.
-
Sebelum Tidur: Menghindarkan gangguan mimpi buruk 1.
-
Saat Keluar Rumah: Melindungi perjalanan dari bahaya 4.
-
Ketika Cemas atau Sakit: Menenangkan jiwa dan memohon penyembuhan 1.
Tip: Bacalah dengan tartil (perlahan) dan fahami maknanya agar lebih khusyuk!
Cara Menghafal Ayat Kursi Rumi
Bagi yang kesulitan menghafal tulisan Arab, ejaan Rumi sangat membantu. Ikuti langkah ini:
-
Baca Berulang: Mulai dengan 1–2 baris sehari.
-
Gunakan Audio: Dengar bacaan dari qari seperti Mishary Rashid sambil melihat teks Rumi 1.
-
Tulis Sendiri: Salin teks Rumi di buku nota untuk memori visual.
-
Amalkan dalam Solat: Baca selepas tahiyyat akhir sebagai wirid.
Soalan Lazim (FAQ)
Q: Bolehkah membaca Ayat Kursi tanpa wuduk?
A: Boleh. Ayat Kursi bukan ayat suci yang haram dibaca tanpa wuduk, tetapi lebih afdal dalam keadaan suci 1.
Q: Berapa kali harus membaca Ayat Kursi sehari?
A: Tiada batasan. Nabi SAW menganjurkan membacanya pagi & petang, serta selepas solat 1.
Q: Apa perbedaan Ayat Kursi Rumi dan Arab?
A: Maknanya sama. Rumi hanya alat bantu untuk yang belum lancar tulisan Arab.
Baca:Cara Jamak Zohor Dan Asar Berserta Dengan Niat Rumi
Kesimpulan
Ayat Kursi adalah “penyimpan khazanah Arasy Allah” (HR. Al-Hakim). Dengan ejaan Rumi, semua orang dapat mengakses keagungannya. Jadikan amalan membaca, menghafal, dan merenungi maknanya sebagai rutin harian untuk mendapat perlindungan, ketenangan, dan rahmat Allah SWT.